| INDONESIA | malaysia | |
| menjadi negara dengan meraih kemerdekaan dari penjajah | menjadi negara setelah mendapat hadiah doorprize karena penjajah sudah bosan menjajahnya | |
| hari kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus | tidak mempunyai hari kemerdekaan, hanya mempunyai hari jadi (entah tanggal berapa ya?) | |
| exportir tenaga kerja murah | hanya mampu memperkerjakan tenaga kerja dengan upah murah tanpa peduli standar kontrak kerja | |
| exportir asap hasil kebakaran hutan tiap tahunnya | mengirimkan investornya untuk membuat perusahaan perkebunan di INDONESIA dan membuka lahan perkebunan tersebut dengan cara tradisi ajaran nenek moyangnya, yaitu membuka lahan dengan membakar hutan (makanya mereka cuma protes anget2 tai ayem cos klo protes keras yang bakal rugi dan kena dampaknya ya investor mereka sendiri). | |
| pandai menjadi guru berhitung | murid yang lupa siapa gurunya | |
| mempunyai pemimpin yang selalu legowo walau sering rakyatnya dipukuli (abis gmn y wong jowo seh cuma bisa ngepalkan tangan dibelakang aj kayak belangkonnya :p) | ga punya pemimpin so susah dimintai tanggung jawab klo rakyatnya main pukul | |
| hampir seluruh rakyatnya hobi badminton (selainnya juga sepakbola) | cuma keluarga Seedek (or sedek or sidik, lupa gw) yang bisa main badminton |
Wednesday, August 29, 2007
Perbedaan INDONESIA & malaysia
Diposting oleh
0001
di
11:17 AM
0
komentar
MELAWAN DUNIA
kita adalah hati yg tertindas
kitalah langkah yg berhenti berjalan
kitalah mimpi yg tak terwujudkan
senandungkan nada-nada yg hilang
kita memahami yg sesungguhnya
dan tak harus menjelaskan semua
tanpa pedulikan kata mereka
kita berjalan melawan dunia
hanya bisa bicara
mereka tak beri jawaban
tak perlu dengar kata mereka
teruslah berjalan
tak perlu dengar kata mereka
teruslah berjalan
kita adalah hati yg tertindas
kitalah langkah yg berhenti berjalan
kitalah mimpi yg tak terwujudkan
senandungkan nada-nada yg hilang
tak perlu dengar kata mereka
teruslah berjalan
tak perlu dengar kata mereka
teruslah berjalan
Diposting oleh
0001
di
11:15 AM
0
komentar
Friday, August 24, 2007
PETEMPURAN HATI
ketika engkau dihasut
dan pikiran mu terpaut
terjadilah pertempuran hati
sejenak engkau terdiam
berselimut tanda tanya
ada apa kenapa mengapa
kau di ambang kebimbangan
tepi jurang kerapuhan
jalan mana yg harus kau tempuh
-ooo-
tiap detik menit berlalu
engkau digoda
engkau dirayu
sampai ajal memanggil namamu
tiap detik menit berlalu
engkau digoda
engkau dirayu
sampai maut menjemput nyawamu
Diposting oleh
0001
di
9:23 PM
0
komentar
Tuesday, August 21, 2007
Kisah Sebatang Bambu
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang
petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara
batang-batang bambu lainnya.Suatu hari datanglah sang petani
yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang
bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa
saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku?" Batang
bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi
engkau,Tuan.
Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku
menjadi pipa saluran air itu." Sang petani menjawab, "Pertama,
aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang
indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat
melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan
membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku
akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya
air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai
dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan
mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang
ditanam dapat tumbuh dengan subur."
Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam....., kemudian
dia berkata kpd petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat
sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika
engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi
ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti
tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam
tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu.
Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"
Petani menjawab, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui
semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang
paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi
tenanglah."
Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin
sekali berguna ketimbang batang bambu yg lain. Inilah aku,
tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah
yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini
telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah
sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan
persoalan yg sarat, mungkin Sang Ilahi sedang memproses kita
untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu
itu, kita sedang ditempa, Sang Ilahi sedang membuat kita
sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Tapi jangan
kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban
yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada
kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri
kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Inilah aku,
Tuhan...perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki."
Diposting oleh
0001
di
12:17 PM
1 komentar
Hanya Jawa dan Mesir yang Mampu Mengalahkan Mongol
Tak banyak bangsa yang dapat menahan atau bahkan mengalahkan
serbuan buas tentara Mongol di era kejayaan para Khan-nya.
Tidak juga Rusia, termasuk juga kesultanan-kesultanan Islam,
banyak diantaranya tersungkur bersimbah darah di ujung panah
dan pedang tentara Mongol. Kekejaman tentara Mongol dalam
menyerbu dan menjarah kerajaan-kerajaan yang di kalahkannya
menjadi dongeng kelam kehancuran moralitas dan kemanusiaan.
Selain tidak menghargai nyawa manusia, mereka juga telah
menghancurkan peradaban umat manusia dengan membakari
gedung-gedung perpustakaan milik kerajaan yang dikalahkannya.
Ketika kesultanan Islam di Baghdad ditaklukan oleh tentara
Mongol yang dipimpin oleh Hulegu Khan, konon kekejaman hanya
dapat ditandingi oleh Hitler. Dalam suatu kisah pasukan Mongol
mendirikan "piramid" dengan bahan baku penggalan kepala
manusia, sebagai bukti kemenangannya terhadap Kesultanan
Abasiyah pimpinan al-Mutashim di tahun 1258 Masehi. Yang
menyedihkan selain banyaknya korban yang tewas, mereka
membakari perpustakan kesultanan yang konon pada saat itu
memiliki koleksi terbesar di dunia. Saking brutalnya
penghancuran kota Baghdad oleh Hulegu Khan, dikisahkan sungai
Tigris dan Eufrat yang membelah kota Bagdad berubah warnanya
menjadi merah kehitam-hitaman selama beberapa hari. Warna ini
berasal dari darah penduduk kota Bagdad yang tewas dibantai
tanpa prikemanusiaan, dan hitamnya merupakan tinta yang luntur
dari buku-buku yang dibuang tentara Mongol ke sungai tsb.
Pertempuran tentara Mongol dengan Pasukan dari Kerajaan di
Eropa
Namun tentara Mongol ternyata (meminjam istilah group band
'seriouz") manusia juga. Keletihan akibat kampanye perang yang
berkepanjangan membuat mereka kehilangan daya gempur.
Kemenangan dan keberhasilan bagaimanapun akan membuat orang
terlena, termasuk juga mereka. Namun efektivitas mereka
sebagai mesin perang tidak berkurang sedikit pun! Dari semua
kampanye perangnya tidak keseluruhannya berhasil, terutama
pada saat Mongol di puncak kekuasaannya yaitu di era Khubilai
Khan. Ketika itu Khubilai Khan berhasil menyatukan daratan
cina dalam genggamannya. Dan melirik ke wilayah-wilayah laut
sekitarnya sebagai batas baru penaklukannya. Tapi pengalaman
perang tentara Mongol menjadi sangat tidak berarti manakala
mereka dihadapkan pada perang laut dan perang rimba yang
berkepanjangan.
Khubilai Khan dengan para pengawalnya
Ketika Khubilai Khan mulai mengembangkan ototnya ke daratan
seberang, nyatalah kelemahan tentara Mongol. Mereka yang
terbiasa berperang di stepa-stepa kering Asia Tengah, tak
dapat mempertahankan diri dalam medan laut yang ganas, dan
kondisi iklim tropis yang terik dan lembab. Selain tentunya
keletihan yang amat sangat dalam kampanye perang yang tidak
berkesudahan. Kegagalan Mongol -mungkin- bisa jadi juga
diakibatkan telah dicabutnya mandat dari langit untuk
berkuasa, suatu kepercayaan yang kental melekat di benak
penguasa daratan chung kuo. Bahwa kekaisaran bisa berjaya
karena adanya mandat dari langit. Boleh jadi mandat itu
berakhir di tangan Khubilai Khan.
Bersama Mesir dan Jepang, Jawa merupakan salah satu kekuatan
besar regional yang mampu tidak hanya menahan tapi juga
melumpuhkan kekuatan tentara Mongol. Bahkan secara pribadi
saya lebih suka merujuk pada Mesir dan Jawa yang berhasil
secara militer menaklukan tentara Mongol, dibandingkan Jepang
yang menang karena kebetulan dimana Tentara Mongol yang
menyerbu habis tersapu dalam badai bahkan dalam 2 ekspedisi
yang berbeda waktunya! Mesir yang ketika itu berada dalam
kekuasaan dinasti Mameluk berhasil untuk pertamakalinya dalam
sejarah menaklukan tentara Mongol dalam perang terbuka di
tahun 1260 sehingga memaksa Mongol menarik diri dari Mesir dan
Palestina. Keberhasilan Mameluk menaklukan tentara Mongol
tidak hanya disebabkan oleh kehebatan tentaranya yang memang
sama-sama keterunan penakluk dari Asia Tengah, tapi juga
karena koordinasi yang sinergis serta cepatnya informasi
melalui sinyal api yang merentang dari Iraq ke Mesir
menyebabkan Mameluk dengan sigap dapat mengumpulkan tentaranya
menghantam Mongol.
Namun dalam literatur-literatur mengenai Mongol, kekalahan
Mongol oleh Mesir dan Jepang-lah yang acapkali disebut.
Sedangkan kehancuran Mongol di Jawa kadang tidak disebutkan
secara eksplisit. Kecuali dengan pernyataan sederhana bahwa
Mongol mengirimkan ekspedisi ke Jawa dan gagal tanpa
penjelasan yang spesifik di mana letak kegagalannya. Sialnya
dalam buku "Genghis Khan and The Mongol Conquests 1190 - 1400"
Stephen Turnbull meyebutkan bahwa kegagalan ekspedisi Mongol
di Asia Tenggara lebih disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca
yang tidak bersahabat bagi Tentara Mongol. Memang itu adalah
faktor yang menentukan dalam kegagalan ekspedisi Mongol ke
Jepang. Namun dalam kasus ekspedisi ke Jawa, kekuatan Mongol
benar-benar hebat khususnya dalam melumat kerajaan Kediri
pimpinan Jayakatwang yang berhasil mengalahkan Kertanegara.
Jadi faktor iklim dan cuaca menjadi hal yang nonsense dalam
kasus ekpedisi ke Jawa.
Para prajurit Jawa dari Keraton Yogyakarta
Kekalahan Mongol akibat serbuan mendadak tentara Raden Wijaya
pada saat pesta kemenangan terhadap Kediri, tetaplah suatu
keberhasilan militer. Dalam perang aspek pendadakan serta
upaya menimbulkan korban yang besar di pihak lawan melalui
tipu muslihat adalah hal biasa dan tidak mengurangi kredit
Raden Wijaya dan tentaranya dalam mengalahkan tentara Mongol
di tahun 1292 Masehi. Memang dalam kacamata sejarawan barat,
kemenangan tentara Jawa kurang prestisius dibandingkan
keberhasilan dinasti Mameluk, tapi setidaknya masih jauh lebih
hebat dibandingkan Jepang yang semata-mata berhasil menahan
serbuan Mongol karena bantuan cuaca.
Diposting oleh
0001
di
12:08 PM
0
komentar
NONTON SIARAN TV LUAR NEGERI SECARA LIVE DAN GRATIS TANPA PASANG TV KABEL
Iseng-iseng, minggu lalu main ke kampung halaman, satu forum besar di Indonesia,
maksudnya mau cari crack code untuk Zone Alarm, ternyata yang di dapat lebih dari itu,
dapat software canggih untuk nonton siaran luar negeri layaknya nonton acara di tv kabel
bahkan lebih banyak pilihan channel dari Tv kabel yang disodorin seperti indovision,astro,
indosat m2, dan lain-lain.
Pokoknya hebat banget, mulai dari siaran berorientasi :
sport,music,religius,adult bin dewasa,siaran khusus anak-anak,berita mulai dari CNN,
BBC,CNBC,AFP,Al jazeerah,dsb,fashion,pendidikan dan science,HBO dan lain-lain deh.
Untuk para pengelola warnet, ini sangat menguntungkan, karena tanpa perlu pasang tv kabel,
anda bisa memberikan hiburan plus kepada pengunjung, misalnya saat ada pengunjung warnet yang kebetulan
mau menonton siaran langsung bola, anda bisa memutarkannya kepadanya.
Untuk yang punya koneksi internet, tetapi tidak memasang tv kabel, atau punya tv kabel tetapi tidak
punya pararel ke kamar pribadi (nich saatnya kucing-kucingan..).
Untuk para programmer yang ngerti networking, kalian bisa mempelajari lebih lanjut dengan tools / perangkat networking
seperti ethereal, siapa tahu anda bisa juga membuat duplikasinya, atau bahkan bisa memperbanyak channel dari software tersebut.
Untuk men-download Perangkat / tool “hacker” ini, kapasitas yang dibutuhkan hanya 13 Megabytes saja.
Tetapi pemakai ADSL Telkom Speedy limited seperti saya, harus menahan diri menontonnya karena biaya koneksi untuk transmisi datanya sangat besar,
tetapi saya sudah mencobanya dan jalan dengan mulus.
Silahkan download program “hacker” tv kabel tersebut di :
Nama programmnya Satellite TV for PC 2007 pro:
http://rapidshare.com/files/19204484/Satellite_TY_For_Pc_by_Marios77.rar
Nanti cari extractor .rar juga diinternet, saya lupa alamatnya…
Jadi, silahkan nonton siaran acara televisi manca negara cukup dengan satu software keren dan canggih tanpa
perangkat lain, cukup donlot saja..
Diposting oleh
0001
di
12:07 PM
1 komentar
Five Salary Negotiation No-Nos
Paul W. Barada
While it's difficult to make definitive statements about what to do and what not to do in every negotiation situation, there are some potential pitfalls to be aware of before entering the negotiation process. Here are five of the most common no-nos.
Initiating Negotiations Too Soon
Timing is important here. The appropriate time to negotiate is when a formal offer has been made. If the offer meets your needs, by all means accept it. Never negotiate just for the sake of negotiating, but don't assume you can't negotiate at all. There's nothing wrong with asking for time to consider the offer or outright asking if the offer is negotiable.
Only Negotiating Salary
While money is the most frequently negotiated piece of the compensation package, it's not the only one. It's also true that many employers have benefits such as vacation time and health insurance coverage established by company policy, and are therefore nonnegotiable.
But other areas of the package may be able to be negotiated. They include signing bonuses, unpaid leave, relocation expenses, flextime, severance and predetermined timeframes for salary reviews.
In the end, it's important to maintain some salary flexibility until you've seen the whole package, including benefits. For instance, the job you're seeking may have a built-in profit-sharing plan, a great company-funded health insurance program, or a bonus or incentive program, which all have real dollar value.
Mistrusting the System
Many job seekers operate under the assumption that employers will, without exception, try to lowball them, no matter how well-qualified they are for a position. While there are employers who pay employees below industry standard, you should never enter a negotiation with a "them versus me" mentality. And don't assume that just because you've researched a job's market value you'll get an offer within that range. While market averages are good barometers of pay averages, they're just that -- averages.
The fact is, many companies have a predetermined budget for every position and have pay ranges and benefit packages based on their established compensation hierarchies. An offer may boil down to a take-it-or-leave-it proposition, only because that's all the budget allows for the position, not because the employer is trying to take advantage of you.
Assuming Your Degree Entitles You to a Higher Starting Salary
Increasingly, having an advanced education is nothing more than a threshold requirement that enables prospective employers to narrow down the pool of applicants to a manageable size. If you have relatively little real-world work experience, your degree may keep you in the running, but it won't entitle you to a higher salary.
Also, don't assume your degree is all you have to offer the employer. Having significant work experience will probably carry more weight than a degree alone. There's a major difference between job-performance potential, which a degree can suggest, and past job performance, which indicates previous work experience and achievements.
Believing Every Negotiation Will End in Your Favor
No matter what you bring to the negotiating table, it's naive to assume you'll always get what you want. Negotiating isn't a win-lose proposition; it's a compromise, and you should expect that going into discussions. Very few of us are in such demand that we can write our own tickets. That doesn't mean you should settle for any offer that comes your way, but sometimes an agreement won't always be made. And accepting a job just for the sake of a paycheck could lead to mutual dissatisfaction. It could be better for you to continue your job search.
This article originally appeared on Monster.com
Diposting oleh
0001
di
11:58 AM
0
komentar
Don't Let Money Lead
Peter Vogt, MonsterTRAK Career Coach
One MonsterTRAK member writes: "I'm just wondering: What is a good field to go into after college? I'm in my first year of college and have changed my major twice. I want to make at least $90,000 a year and will do just about anything that doesn't involve a lot of math. Could you give me some options?"
These words are troubling. The person who wrote them seems intent on choosing his future career based entirely on one variable: Money. Sadly, if he goes ahead with this strategy, he'll almost certainly wind up disappointed.
The issue isn't the moral one: "Money is the root of all evil." It's actually a very practical one: There's much more to your career choice than money, and what seems like a high-paying career path now may not turn out that way.
Slippery Salaries
The salary numbers you see online are median figures, meaning half of the people working in the field earn less than that figure. And of course, whenever you're reading about the financial future of a particular career, you're dealing with predictions, not known facts. Just ask one of the thousands of newly disenchanted recent grads who decided to major in an information technology-related field when they began school in 1999 or 2000, thinking it would lead to instant, high-paying jobs when they graduated in 2003 or 2004.
But forget about the money for a moment. What about:
Your Interests?
Many of those 1999 and 2000 IT majors mentioned above had little or no true interest in information technology. They simply saw dollar signs when they made their initial career decisions, not to mention what seemed like boundless opportunity.
Now many are struggling to find jobs and doing so with an additional burden: They're not all that excited about the prospect of actually succeeding in their IT-related job search.
Don't make the same mistake. Choosing a career because you think the money will be great, even though you are not really interested in the field, is a recipe for boredom or worse -- clinical depression, for example. Making a choice this way will cost you a great deal in the long run.
Your Abilities and Skills?
It doesn't get any more practical than this: If you choose a career for the money but don't have the abilities and skills to do the job, you won't hold that job for very long, assuming you even land one in the first place.
Good-bye, money. And hello to lots of wasted time and effort spent on your too-short career or too-long job search.
Your Values?
You may discover that your high-paying career requires you do things you'd rather not be doing, things that even keep you awake at night. Will an 80-hour-a-week job clash with your home life? Will your job force you to compromise your integrity, self-respect or even play games with the law? The courts are filled with highly paid executive defendants and less highly paid witnesses to their transgressions. Is being in either role worth it to you?
Your Personality?
If you're a shy, introverted person who needs a lot of peaceful alone time, money won't buy you peace and quiet when your job forces you to schmooze with strangers for 50 or 60 hours a week. If you're a fly-by-the-seat-of-your-pants type and your job calls for excruciating attention to detail plus outstanding organizational skills, how long will your paycheck sustain your psychological health, assuming you can keep performing the tasks?
There was a TV commercial a while back featuring an auto mechanic trying to convince a customer to invest in a small, inexpensive repair now to avoid a much more costly one down the road. "You can pay me now, or pay me later," the mechanic says.
Consider the long-term implications of your career choices. Selecting a career based solely on the promise of big money now may be a short-term decision that can lead to a lengthy and costly career change later.
This article originally appeared on MonsterTRAK
Diposting oleh
0001
di
11:58 AM
0
komentar
second, minute, hour
Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang
sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus
anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa
uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa
yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang
pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.
Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam
harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan
untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya
pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap
hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap
malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak
menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak
bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta "uang
muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan
hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan,
kebahagiaan dan kesuksesan anda.
Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.
Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid
yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang
melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor
majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih
yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang
yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang
yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada
peraih medali perak Olimpiade.
Diposting oleh
0001
di
11:55 AM
0
komentar
Meningkatkan Kinerja Browser Mozilla FireFox
meningkatkan speed firefox anda ….
- ketik di browser firefox anda dengan keyword "about:config"
.:: settingan cepat dan singkat ::.
- network.dns.disableIPv6 -> true
- network.http.pipelining -> true
- network.http.pipelining.maxrequests -> 8
- network.http.proxy.pipelining -> true
- plugin.expose_full_path -> true <- penambahan dari saya Very Happy
.:: Fast Computer Fast Connection ::.
- content.interrupt.parsing = true
- content.max.tokenizing.time = 2250000
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- nglayout.initialpaint.delay = 0
- network.http.max-connections = 48
- network.http.max-connections-per-server = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 8
- browser.cache.memory.capacity = 65536
.:: Fast Computer, Slower Connection ::.
- content.max.tokenizing.time = 2250000
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- network.http.max-connections = 48
- network.http.max-connections-per-server= 16
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 8
- nglayout.initialpaint.delay = 0
- browser.cache.memory.capacity = 65536
.:: Fast Computer, Slow Connection ::.
- browser.xul.error_pages.enabled = true
- content.interrupt.parsing = true
- content.max.tokenizing.time = 3000000
- content.maxtextrun = 8191
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- network.http.max-connections = 32
- network.http.max-connections-per-server = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-server" = 4
- nglayout.initialpaint.delay = 0
- browser.cache.memory.capacity = 65536
.:: Slow Computer, Fast Connection ::.
- content.max.tokenizing.time = 3000000
- content.notify.backoffcount = 5
- content.notify.interval = 1000000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold", 1000000);
- content.maxtextrun = 4095
- nglayout.initialpaint.delay = 1000
- network.http.max-connections = 48
- network.http.max-connections-per-server = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 8
- dom.disable_window_status_change = true
.:: Slow Computer, Slow Connection (Dial Up) ::.
- content.max.tokenizing.time = 2250000
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- nglayout.initialpaint.delay = 750
- network.http.max-connections = 32
- network.http.max-connections-per-server = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 4
- dom.disable_window_status_change = true
Diposting oleh
0001
di
11:50 AM
0
komentar



