Rabu, 13 Februari 2008, Media
Tujuh belas media massa yang menerbitkan beralasan bahwa mereka ingin menunjukkan komitmen mereka terhadap kebebasan berbicara. "Kami melakukan ini untuk mencatat apa yang dipertaruhkan dalam masalah ini dan untuk mendukung dengan tegas kebebasan berbicara yang akan kami, sebagai
Semua itu berawal dari ditahannya dua warga
Para redaktur koran-koran denmark itu menegaskan bahwa tak seorang pun harus merasa terancam jiwanya karena menggambar. Mereka juga mengatakan bahwa sepatutnya media massa berdiri di belakang Jyllands-Posten "ketika mereka terancam aksi terorisme". Sebagaimana dilansir BBC, kartun itu juga ditayangkan di televisi nasional. Bahkan koran-koran yang tidak setuju atas pemuatan itu pun sekarang ini mendukung kampanye untuk mempertahankan kebebasan berbicara.
Tapi soal kebebasan itu dipertanyakan Imam Walid Abdul Pedersen, seorang Protestan yang kini memeluk Islam. "Jelas ini bukan ide yang' baik menerbitkan ulang kartun," kata Imam Walid. "Media juga seharusnya bisa mempertahankan kartun tanpa mesti memprovokasi." Menurut dia, kebebasan bersuara dan mengeluarkan pikiran merupakan hal yang baik. "Tapi Anda semestinya tidak memulai lebih dulu dengan membuat provokasi," tuturnya.
Kartun Nabi itu semula diterbitkan oleh Jyllands-Posten pada September 2005. Sejak itu sejumlah Kedutaan Denmark di beberapa negara diserang. Puluhan orang meninggal dalam berbagai aksi kerusuhan terkait dengan penerbitan kartun tersebut.
Pemerintah Iran melayangkan protes kepada Kedutaan Besar Denmark di Teheran. Mereka memprotes diterbitkannya kembali karikatur Nabi Muhammad oleh sejumlah media massa di Denmark."Iran sangat serius terhadap penerbitan kembali karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad," kata pejabat urusan media Departemen Luar Negeri Iran, Soren Husland.
Adapun Direktur Eropa Tengah dan Utara Departemen Luar Negeri Iran Hassan Baqeri bertemu dengan Duta Besar Denmark. "Saya ingin memastikan secara resmi bahwa kejadian seperti ini tak terulang lagi," kata Hassan. "Kejaman ini sungguh-sungguh menghina lebih dari 1,5 miliar muslim di seluruh dunia." Gara-gara karikatur itu, pada 2006 sejumlah Kedutaan Besar Denmark di beberapa negara diserang massa. Peringatan Iran itu datang setelah pada Rabu lalu koran-koran di Denmark mencetak kembali salah satu karikatur Nabi Muhammad yang menyulut tindak kekerasan di dunia muslim.
Adapun Duta Besar Denmark di Teheran kemarin menyatakan penyesalan atas penerbitan ulang kartun Nabi tersebut. "Akan saya sampaikan protes pemerintah Iran ini kepada pemerintah," katanya.
Bagaimana reaksi pemerintahan kita? Bagaimana reaksi Anda?
Sudah Anda mengetahui letak kedutaan/kantor perwakilan denmark di kota Anda?
Tunjukkan kalau kita lebih baik dari mereka!
(sumber: Koran Tempo 15 Februari 2008)




No comments:
Post a Comment